Alquran (ilustrasi). GP Ansor Ranting Selandaka
1. Jangan mengikuti hawa nafsu
Allah SWT melarang hamba-Nya untuk mengikuti hawa nafsu dan menghalalkan segala cara yang membawa kepada selain jalan Allah SWT. Karena itu, Allah SWT memperingatkan bahwa ada azab yang pedih di Hari Kiamat kelak bagi orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah SWT.
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Allah SWT berfirman, "Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al Qashash ayat 50)
2. Jangan iri
Lafadz 'Hasad' yang berarti iri atau dengki, disebut sebanyak empat kali dalam Alquran. Salah satunya firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 109, sebagai berikut:
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أأَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Iri hati atau dengki adalah sesuatu yang tertanam dalam diri orang-orang kafir dan bertentangan dengan kebenaran. Allah SWT pun mengutuk orang-orang kafir karena kedengkian mereka.
Dari dengki, muncul permusuhan. Dengki merupakan penyebab terjadinya perpecahan, putusnya tali silaturahim antarkerabat, rusaknya persahabatan, dan berbagai hal lain yang merugikan dan menyengsarakan banyak orang.
Iri hati atau dengki, ibarat benih kejahatan yang terjadi pada umat manusia. Iri hati adalah dosa yang pertama kali ada di langit, dan kemaksiatan pertama di muka bumi.
3. Jangan sombong
Lafadz 'al-kibr' muncul 11 kali dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ ۙ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا ها هُمْ بِبَالِغِيهِ ۚ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Mahamendengar lagi Mahamelihat." (QS Ghafir ayat 56)
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْووًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ
"Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?" (QS Az Zumar ayat 60)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ada tempat khusus bagi orang-orang yang sombong, agar mereka mendapat siksa yang pedih sebagai hukuman atas kesombongan mereka dan tidak tunduk pada kebenaran.
Itu juga merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh seorang muslim agar tidak terjerumus dalam kesombongan tersebut. Nabi Muhammad SAW pernah berpesan, siapapun yang dalam dirinya terdapat kesombongan meski sedikit, maka tidak akan masuk surga.
Seorang Muslim seharusnya menyadari, tidak ada yang bisa disombongkan. Sebab sungguh keagungan dan kebesaran itu hanyalah milik Allah SWT semata. Karena itu, sama sekali tidak boleh bagi seorang muslim membiarkan kesombongan meresap ke dalam hatinya.
4. Larangan riba
Larangan memakan riba dan peringatannya disebutkan hingga lima kali dalam Alquran. Salah satunya di Surat Al Baqarah ayat 275, sebagai berikut:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ االَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
Riba dalam hukum Islam merupakan salah satu dosa yang paling besar. Islam telah mengharamkannya dan memberikan peringatan yang paling keras agar tidak berurusan dengan riba.
5. Peringatan soal api neraka
Peringatan soal api neraka disebutkan dengan berbagai bentuk dalam Alquran. Misalnya dengan lafaz An Naar, Jahannam, Al Sa'iir, Saqr, dan Al Hariiq serta kata-kata lain yang sejenis.
Salah satu peringatan Alquran soal neraka, ada dalam Surat At Tahrim ayat 6, yaitu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim ayat 6)
Dalam Tafsir Imam Ath Thabari terhadap ayat tersebut, dijelaskan bahwa Allah SWT mengingatkan dan menuntun kepada para hamba-Nya untuk menjaga diri dan keluarga kita, memeliharanya, dan melindunginya dari api neraka yang menyala-nyala, dengan meninggalkan dosa dan menjalankan ketaatan kepada-Nya.
"Kemudian Dia menggambarkan neraka dengan gambaran yang menakutkan dan tegas...," demikian penjelasan Imam ath-Thabari.
Sumber : www.iqra.republika.co.id